Amikom Overclock
  • Home
  • Technology
  • ROG mothership, laptop AIO buat para gamer sultan dan conten creator yang imba parah
Technology Uncategorized

ROG mothership, laptop AIO buat para gamer sultan dan conten creator yang imba parah

Hello guys, apakabar? Semoga baik semua ya. Hari ini admin akan membahas sedikit sebuah produk unik yang dikeluarkan ASUS dari lini ROG nya pada gelaran CES 2019 lalu, yaitu ASUS ROG Mothership  (GZ700GX). WAIT!!!!!!!, by the way kalian pasti bingung dengan judul artikel ini kan. Laptop kok AIO? Ini sebutan dari admin sendiri buat ROG mothership ini dan bukan resmi dari Asus lho ya, Kenapa Laptop AIO? Karna produk ini sebenarnya adalah laptop tapi dengan ukuran sebesar AIO. Clear ya kenapa Laptop AIO, jadi mari kita lanjut.

ROG mothership ini memiliki spesifikasi yang imba parah, pertama dari layarnya. Layarnya memiliki ukuran 17,3 inci resolusi FHD(1920×1080) panel IPS dengan refresh rate 144Hz dan response time 3ms serta sRGB mencapai 100%. Cukup disayangkan memang karena resolusinya belum 4K(3840 × 2160), namun itu bisa tertutupi dengan refresh rate dan sRGBnya yang tergolong tinggi. Tidak lupa layarnya juga sudah mendukung teknologi nvidia G-sync sehingga akan kompatibel dengan GPU nvidia yang ada didalamnya. Jadi untuk gaming dan editing dari segi monitor lebih dari cukup namun kurang sedikit dari kata memuaskan (2019 masih FHD???)

Next kita masuk ke dalemannya. CPU menggunakan Intel core i9 8950HK dimana CPU ini menggunakan konfigurasi 6 cores 12 threads dan bisa berjalan hingga kecepatan 4.8Ghz, bukan core i7 apalagi core i5 tapi ini adalah CORE I9. Lalu pada RAM memiliki 4 slot  yang dapat support hingga 64GB 2666Mhz dual channel, belum ada pemberitahuan lebih lanjut berapa ram yang akan dibawa oleh ROG mothership ini dari sananya tapi harusnya sih minimal 16GB lah ya(Opini saja guys). Dari segi penyimpanan, Laptop AIO ini akan membawa 3X M.2 NVMe PCIe 3.0 x4 512GB SSD, atau lebih gampangnya kita sebut saja 1.5 terabytes SSD NVMe berjalan pada raid 0.  Asus memberi nama hyperdrive extreme untuk konfigurasi ini, dan mengklaim bahwa kecepatan bisa mencapai 8700MB/s (mungkin bootingnya ngalahin kedipan mata kali ya, just kidding). Sudah cukup imba kah spesifikasinya menurut kalian?

Kalau kalian berfikir bahwa spesifikasinya belum terlalu wahh, kalian harus tahu GPU apa yang digunakan didalamnya. Nvidia RTX 2080, GPU kelas dewa yang mungkin menjadi GPU paling superior kedua saat ini dibawah rtx 2080 ti (Bahasanya hiperbola sekali ya..). Dengan vram 8 GB GDDR6, game apa saja seharusnya dapat dilibasnya dengan mudah, apalagi jika dilihat dari monitornya yang hanya Full HD membuat GPU ini semakin mudah menjalankan tugasnya. Ditambah dengan teknologi ray tracing yang dibawanya membuat game-game akan terlihat lebih realistis dan nyata (game yang sudah support ray tracing tentunya).Performa rendering dari RTX 2080 ini pun juga tidak main-main, karena sudah memiliki 2944 cuda cores yang membuat rendering hingga video 4K pun sepertinya bukan hal yang sulit baginya. Berkat spesifikasi jeroannya yang gahar ini ROG mothership sudah mendukung VR jadi bagi kalian yang ingin main VR lanjay bisa di laptop AIO ini.

Masuk kebagian pendinginan, ROG mothership dipersenjatai dengan 8 buah heatpipe dan dua buah kipas untuk mendinginkan bagian CPU, GPU dan VRM. Asus mengklaim bahwa fan yang digunakan terdapat fitur self cleaning anti dust yang membuat debu tidak bisa masuk ke system pendingin. Fan yang digunakan memiliki voltase 12V yang berarti sama dengan fan-fan pada computer. Lalu kita juga dapat merubah kecepatan dari fannya melalui profile yang sudah diberikan Asus. Ada 3 profile yaitu silent dengan kecepatan kipas yang cukup rendah dan juga lebih hening, balanced dengan kecepatan kipas yang lebih kencang namun masih bisa ditolerir kebisingannya, dan turbo dengan kecepatan kipas paling kencang dan lumayan berisik. 3 profile ini di implementasikan tergantung penggunaannya, missal jika jika hanya ingin menonton film saja, cukup menggunakan silent tapi jika ingin main game tapi tidak mau terganggu dengan bisingnya fan bisa menggunakan balanced.

Lanjut ke bagian konektivitasnya, laptop AIO ini sudah tersematkan 802.11ax (2×2) Gigabit Wi-Fi dan juga Bluetooth 5.0. Selain itu dia memiliki banyak port yaitu 6 buah USB 3.1, 1 buah HDMI 2.0, 2 buah 3.5mm jack, 1 buah rj-45, 1 buah sd card reader dan 1 buah Kensington lock. Ada satu hal menarik dari portnya, dimana semua USBnya sudah bertipe USB 3.1 dan ada dua buah port USB 3.1 gen 2 type c yang salah satunya adalah thunderbolt 3. Ya kalian tidak salah baca, thunderbolt 3. Banyak fungsi dari thunderbolt 3 ini, namun yang sekarang akan admin singgung hanya 2. Pertama dengan thunderbolt 3 ini kita dapat menghubungkan laptop AIO ini dengan sebuah monitor dengan resolusi hingga 4K (mungkin ini salah satu alasan mengapa Asus tidak memberikan resolusi 4K pada layarnya), jadi jika dirasa layer FHD 144Hz milik laptop AIO ini masih kurang kalian bisa menghubungkannya dengan monitor dengan spesifikasi yang lebih tinggi. Lalu yang kedua dengan thunderbolt 3 ini kita juga bisa menggunakan GPU eksternal. Untuk yang satu ini mungkin akan berguna saat RTX sudah ketinggalan jaman( kapan? Silahkan tanya pada rumput yang bergoyang….). Jadi ketika RTX 2080 dinilai sudah tidak mampu lagi mengemban tugasnya dengan baik, kita dapat menghubungkan laptop AIO ini dengan sebuah GPU eksternal yang sudah dipasang docking terlebih dahulu, walaupun saya ragu dalam skenario apa dan kapan RTX 2080 tidak bisa mengemban suatu tugas.

Untuk bagian keyboardnya, laptop AIO ini memiliki keyboard yang unik karena modelnya bisa dilepas pasang. Jadi keyboardnya bisa bekerja secara wireless juga. Keyboard ini juga sudah mempunyai backlight RGB( #2019TetapeRGeBe) dan mempunyai ketahanan hingga 20 juta kali klik( klaim asus). Ada satu hal dari keyboard ini yang saya suka yaitu touchpadnya bisa dijadikan sebagai numpad, sehingga membuatnya multifungsi. Sayangnya keyboard ini belum mekanikal sehingga terasa kurang untuk laptop AIO sekelas sultan ini. Oiya, keyboard ini juga alasan lain kenapa saya menyebut ROG Mothership ini dengan sebutan Laptop AIO. Karena jika keyboardnya digunakan secara wireless, ROG ini terlihat seperti PC AIO

Ok, kita masuk ke kesimpulan. ROG Mothership, sebuah laptop berukuran besar, yang benar-benar besar. Memiliki spesifikasi yang imba parah dan memiliki fitur-fitur yang sangat menarik. Tentu saja Laptop AIO bisa saya sarankan kepada para gamer-gamer sultan dan para content creator. Mungkin lawan untuk Laptop AIO ini  nanti dipasaran adalah iMac dan iMac pro. Oiya, ROG mothership ini kemungkinan akan mulai dijual pada Q2 tahun ini. DAN UNTUK HARGANYA……

Sampai sekarang belum diumumkan oleh pihak ASUS

Segini dulu pembahasan admin tentang laptop AIO ini. Silahkan pantau terus web kita, karena akan banyak sekali pembahasan dan berita-berita menarik seputar dunia teknologi yang saying untuk dilewatkan. Thanks and see yaa……

Semua gambar diambil dari website resmi Asus ya

Get in front of your readers wherever they https://pro-academic-writers.com hang out.

Related posts

Adata XPG Emix H30 + Solox F30 amp, paket lengkap headset gaming terjangkau yang jarang diketahui orang

c7VOtPIFSf

Nvidia RTX 2060, Musuh Sebenarnya GTX 1070 Ti dan Radeon Vega 56 di Pasaran

c7VOtPIFSf